Priyonggo, Capai Titik 0 Kilometer Indonesia Sebelum Pensiun

Siapa yang tak tahu tentang titik 0 KM Indonesia. Bahkan setiap biker tanah air pun pasti mengidam-idamkan untuk bisa menapakkan kakinya di ujung barat wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia tersebut.

Priyonggo Rider Senior Titik 0 km 2018.jpg

Ilustrasi : Rider senior Priyonggo mengabadikan kenangan saat menginjakkan kaki di Titik 0 km Sabang, dalam touring Jakarta – Sabang, 1 Oktober 2018

Priyonggo, seorang karyawan bagian Material control Operation di sebuah perusahaan otomotif terkemuka, akan memasuki masa pensiun di tahun 2019 mendatang. Berawal dari keinginanya di akhir tahun 2017 lalu, bendahara komunitas Yamaha Scorpio Owner Factory (YSOF) ini ingin menginjakkan kakinya di tapal batas – ujung barat Indonesia, di titik 0 KM Indonesia Sabang – Aceh sebelum pensiun.

Setelah megajukan cuti panjang ditemani 4 rider lainnya (Aris, Erwin, Rahmanto, dan Rijal) 1 Oktober 2018 mereka nge-gass dari Jakarta menuju pulau Sumatera. Dari titik kumpul, jam 9 malam usai mendapat restu dan petuah dari pengurus YMR, mereka berangkat dengan semboyan “Berani Berangkat, Berani Selamat” untuk menyeberangi Selat Sunda. Keesokan harinya, tepatnya pada pukul 6 pagi, rombongan YSOF itu telah menginjakkan kaki di Pulau Sumatera.

Priyonggo Sabang 2018.jpg

Dengan penuh semangat serta tekad yang kuat, mereka melintasi Kota Lampung. Di sore harinya mereka disambut oleh para bikers Tanjung Enim – Sumatera Selatan, di bawah koordinasi Capt. Boim CS – dari MAX Owner Tanjung Enim. Selanjutnya mereka menuju penginapan untuk beristirahat sekaligus membahas rute yang akan mereka tempuh menuju Aceh.

baca – Giliran Siswoko Single Riding Bekasi – Sabang Titik Nol Kilo Meter

Pukul 6 pagi esok harinya, rombongan telah siap melanjutkan perjalanan. Target mereka pukul 6 sore harus sudah masuk di Provinsi Jambi, karena sedari awal perjalanan sudah diatur dari pukul 6 hingga 18 WIB, mengingat risiko perjalanan yang banyak melintasi hutan. Dalam hal menjaga keamanan dan kelancaran perjalanan rombongan yang terdiri dari 5 rider ini, terus melakukan koordinasi dengan rekan-rekan komunitas di Jakarta. Caranya, setiap 8 jam mereka melakukan share location sehingga keberadaan mereka dapat dipantau dari Jakarta.

Dalam perjalanan mereka beberapa kali disambut oleh komunitas-komunitas pemotor. Komunitas NMAX Rider Sijunjung misalnya. Tak hanya disambut, Priyonggo CS juga diajak berkeliling dan wisata ke Danau Singkarak yang terkenal itu. Mereka berbincang serta berfoto bersama di sana.

Priyonggo Kelok 9 2018.jpg

Selain itu mereka juga menikmati kopi panas Bukit Tinggi. Makin lezat ketika kopi diseruput dalam suasana dingin yang disertai rintiknya air hujan. Namun perjalanan tetap berlanjut melintasi liuknya aspal Bukit Tinggi menuju Menara Equator – Bonjol. Setelah foto bersama bro Abadi CS, rombongan pun mendapat kenang – kenangan berupa sertifikat 0 derajat Khatulistiwa dari rider ‘penguasa’ Equator itu.

Hari pun berlalu begitu cepat. Setelah hari ke 6 perjalanan tak disadari mereka telah nge-gass sejauh 2.000 kilometer dan sampai di Parapat (Danau Toba). Mereka menikmati pemandangan di Toba, dan bergegas melanjutkan perjalanan menuju Tebing Tinggi

Sebelum menyusuri Kota Medan, rombongan kembali berlabuh ke markas RASIO Scorpio Club Deliserdang. Di situ member Rasio pun dibuat melongo, saat rombongan melepas helm. Mereka tak menyangka bahwa robongan yang mereka ‘portal’ seumuran dengan bapaknya. Ya, rombongan touring 0 km kali ini, melibatkan para senior-senior komunitas Yamaha.

Priyonggo Sumalungun 2018.jpg

Istilah “dunia itu sempit” terjadi, karena saat di Kota Medan mereka bertemu dengan Om Bolank ASOKA, seorang pentolan Komunitas Scorpio Karawang, yang sedang ngopi bersama Reza (YMTI Chapt Medan). Setelah makan bersama akhirnya melanjutkan perjalan dan beristirahat di Langsa – Aceh.

Perjalanan pun berlanjut menuju Lhoksumawe dan beristirahat di Biruen karena hari sudah petang. Di Lhoksumawe mereka menyempatkan diri untuk singgah di rumah Sir Sofyan – YSC NAD.

baca – Single Riding Jakarta–Sabang Tempuh Jarak 3.333 km

Pagi harinya rombongan sudah tak sabar untuk menuju Pelabuhan Ulee Lheue. Di penyeberangan itu mereka menunggu datangnya kapal untuk dihantarkan ke Pulau Sabang, pulau yang berada di ujung barat IIndonesia. Sesampai di Sabang karena kondisi sudah gelap, rombongan  mencari penginapan untuk beristirahat.

Priyonggo bersama YMTI 2018

Usai menginjakkan kaki di tugu titik 0 km, mereka mengungkapkan perasaan. Rasa syukur, bangga, capek dan senang, bercampur aduk menjadi satu.

“Tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, setelah melewati beribu-ribu kilometer akhirnya tugu monumen 0 kilometer Indonesia pun sudah di hadapan mata,” ujar Priyonggo usai touring itu.

Setelah puas berfoto, rombongan langsung kembali ke pelabuhan untuk mengejar kapal penyeberangan pagi. Di hari ke 10 perjalanan itu, mereka mengunjungi Masjid Baiturahman serta berkeliling Kota Banda Aceh. Dalam perjalanan ini, mereka dipandu oleh bro Cutbang (YMTI Chapt Aceh).

Dalam perjalanan pulang ke Jakarta mereka menyusuri jalur tepi pantai Meulaboh sampai Tapak Tuan, yang berlanjut ke Sidikalang dan Padang Sidempuan. Namun saat sampai di Bukit Tinggi, rombongan merubah jalur sehingga masuk ke daerah Payahkumbuh dan Kelok Sembilan.

Di sana 5 rider itu tertegun melihat keindahan alam Kelok Sembilan. Jalan yang meliuk-liuk ditutup awan putih yang tipis, yang semakin memperindah pesona alamnya.

Priyonggo Titik 0KM 2018.jpg

Sesampai di Jambi, mereka rehat selama 4 jam untuk mengganti spare part sekaligus tune up di bengkel.

Di hari ke 17 itu mereka sudah tak sabar dan berniat menembus perjalanan dari Tanjung Enim – Jakarta. Namun sesampai di Lampung, rombongan singgah ke markas YSC Lampung. Di sana mereka dijemput bro Ifnu, member Komunitas Scorpio Lampung. Usai singgah, akhirnya mereka menyebrangi Bakauheni – Merak untuk menuju Jakarta.

baca – MAXI Yamaha Tour de Indonesia Jelajah Indonesia sambil “Berbagi”

Resume tentang perjalanan touring Jakarta – Sabang PP kali ini, mereka tempuh dalam waktu 17 hari, dengan jarak tempuh total sejauh 6.400 kilo meter.

Tak lupa rombongan berterima kasih kepada PT YIMM atas ijin/cuti yang diberikan, sehinga mereka bisa melakukan touring Jakarta-Sabang PP.

Selain itu terima kasih juga mereka sampaikan kepada para sedulur factory yang telah men-support dan mendoakan mereka, serta buat Komunitas YSC-Lampung, sahabat TEMO, NR Sijunjung, RASIO Deliserdang, YMTI Medan, YSC-NAD, YMTI Aceh, dan semua pihak yang tak bisa disebutkan satu per satu. Itulah kisah touring Jakarta-Sabang 2018 Priyonggo CS, Salam satu aspal !

Demikian, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s