Giliran Siswoko Single Riding Bekasi – Sabang Titik Nol Kilo Meter

Berawal dari tekad yang kuat untuk menjelajah dan mengibarkan sang Merah Putih di titik Nol Kilo Meter – Sabang, Siswoko meluncur dengan Yamaha MT-25, dari Bekasi menuju Sabang. Single riding tersebut dilakukan pada 12-17 Agustus 2018

Di moment menyambut ulang tahun Republik Indonesia yang ke-73, tepatnya pada hari Minggu, 12 Agustus 2018, perlahan tapi pasti Siswoko yang juga merupakan komunitas Yamaha Scorpio Owner Factory (YSOF), menyusuri macetnya jalan dari Bekasi, Cawang hingga Pancoran karena ada proyek perbaikan. Targetnya adalah tembus di titik Nol Kilo Meter Sabang, dalam waktu 6 hari.

Siswoko Aceh 1 2018.jpg

Hari pertama perjalanan single riding start dari Bekasi dan berhenti di Palembang dengan jarak 636 Km. Di sana ia beristirahat dan menginap di Pring Sewu – Lampung Selatan.

Selanjutnya menuju Kota Palembang. Dalam perjalanan menuju kota yang terkenal dengan kuliner mpek-mpek itu, ia menjumpai banyak kebun dan hutan sawit, dengan intensitas lalu-lintas yang lumayan padat dengan truk-truk besar.

Untuk menyalip mereka, membutuhkan keberanian, kecermatan dan skill. Terkadang harus menghindar dari kendaraan lawan arah, sehingga harus berkendara diantara truk dan bus. Barisan truk atau bus yang akan dilewati bisa berderet 8-10 kendaraan.

Pagi dari Pring Sewu, sore harinya pukul 4 ia sudah sampai di Palembang. Di sana Siswoko bersilaturahmi dengan Komunitas Aspal Adventure Scorpio – Palembang

baca – Single Riding Jakarta–Sabang Tempuh Jarak 3.333 km

Hari kedua perjalanan berlanjut menuju Belilas dengan jarak tempuh 515 km. Trek di jalur ini juga banyak ditemukan jalan yang lurus dan naik-turun. Siang hari yang panas dari terik matahari, menjadi tantangan tersediri bagi seorang biker. Dengan pertimbangan keselamatan, saat malam hari (mulai pukul 21.00) perjalanan dihentikan, selanjutnya mencari penginapan di daerah Belilas

Masuk di hari ketiga, riding berlanjut menuju Rantau. Start pada pukul 08:00 dari Belilas menempuh Rantau dengan jarak 579 Km. Rute daerah ini hampir serupa dengan rute Palembang – Belilas, yakni banyak terdapat kebun sawit, dengan trek panjang naik-turun, yang tak hanya melelahkan tetapi juga menjenuhkan.

Siswoko Aceh 3 2018

Usai melewati jalur tersebut sampailah di Kota Pekanbaru. Di sana sudah menunggu teman-teman dari Biker Yamaha Scorpio Pekanbaru (YSCP). Sambil silaturahmi dan beristirahat, Siswoko banyak bertanya mengenai kondisi trek yang akan dilalui selanjutnya.

Setelah buka aplikasi Google Map, ternyata Pekanbaru masih setengah perjalanan untuk sampai ke Sabang. Singkat cerita, pukul 22:00 ia telah sampai kota Rantau Prapat dan menginap di sana.

Hari keempat riding diawali sedikit lebih pagi, yaitu pukul 06:00 usai sholat subuh. Target kali ini yaitu Kota Langsa – Aceh yang berjarak 455 Km.

Namun saat melintas di Deli Serdang, perjalanan terpaksa harus berhenti karena di kota itu Komunitas Scorpio Deli Serdang sudah menunggu. Siswoko menyempatkan untuk singgah walau sebentar.

baca – Mengetahui Peran dan Tugas Rider saat Touring

Bro Rudy – Ketua Scorpio Deli Serdang pun turut mengantarnya riding menuju ke Medan.

Aduhh.. betapa panasnya Kota Medan siang itu, hampir sama dengan Jakarta yang pada dan macet,” keluh Siswoko.

Sampai di Kota Medan tepat pada pukul 13:00. Di ibukota Sumatera Utara itu, ia menyempatkan diri untuk bertemu member YMTI Nusantara, komunitas para pengguna Yamaha MT25. Waktu istirahat di Medan ia gunakan sebaik mungkin, untuk melakukan penggantian oli dan setting Co di bengkel motor Go Zoel. Sebuah bengkel itu banyak ditemukan merk Yamaha, khususnya Scorpio.

Siswoko Aceh 2 2018.jpg

Pukul 20:30, Siswoko pun pamit untuk melanjutkan riding menuju Langsa Aceh. Setelah lebih dari tiga jam perjalanan ia tiba di Langsa. Di itu telah menunggu Komunitas Biker Yamaha Scorpio Nangroe Aceh Darussalam (YSC NAD). Mereka telah menyiapkan tempat untuk istirahat.

Perjalanan terasa semakin dekat, yaitu 430 km lagi akan sampai di Kota Banda Aceh. Di perjalanan hari kelima ini, semangat pantang menyerah terus menggelora di dalam benak Siswoko. Tak sabar ia ingin segera melihat destinasi tujuan.

baca – YROF sambangi Dieng, sayang tak ketemu bun upas

“Kapan sampai Aceh mengingat sudah lama berkendara di atas motor,” gumamnya.

Usai menikmati sarapan bersama Biker Langsa dan minum kopi asli Aceh, maka riding berlanjut menuju Banda Aceh. Di perjalanan ia menyempatkan untuk singgah dan bersilaturahmi dengan biker di Lokhseumawe, yaitu Sir Sofyan dari Komunitas YSC NAD. Tak terasa bercengkerama, hari pun telah siang. Ia meminta ijin untuk melanjutkan perjalanan.

Ketika masuk ke Daerah Pidie, ia menemui cuaca yang mendung dan hujan deras. Siswoko terpaksa menghentikan perjalanan untuk berteduh.

Setengah jam berikutnya, hujan mulai reda sehingga perjalanan kembali dilanjutkan. Pukul 8 malam, ia telah sampai di Banda Aceh. Tak lupa ia juga menelakukan kopdar bersama teman-teman komunitas biker di sana.

Pukul 7 pagi memasuki perjalanan hari keenam, tepatnya pada Jumat, 17 Agustus 2018, suasana di Banda Aceh sangat ramai. Banyak orang sibuk mempersiapkan upacara, dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia, khususnya anak-anak sekolah dan pegawai negeri.

Pagi itu Siswoko pun memutuskan untuk melajutkan perjalanan dan terus menyeberang ke Sabang. Itu adalah keputusan yang terbaik, karena ada informasi bahwa penyebrangan ke Sabang tanggal 17 Agustus 2018 hanya sekali saja, sedangkan untuk hari biasa dua kali: yaitu pukul 08:00 dan 15:00. Dan ternyata benar kapal penyeberangan penuh dengan penumpang karena hari itu hanya sekali menyeberang.

baca – Mengetahui Peran dan Tugas Rider saat Touring

baca – Ribuan Bikers MAXI Kibarkan Merah Putih di Taman Tebing Breksi

Tak menunggu lama, sesampainya di Sabang Siswoko langsung tancap gas menuju Titik Nol Kilo Meter Indonesia. Perjalanan menuju tempat tersebut hanya membutuhkan waktu ±45 menit. Sambil berfoto mengabadikan moment, ia mengibarkan sang Merah Putih di Sabang.

“Begitu sampai di lokasi, perasaan saya bercampur aduk antara senang, gembira dan terharu. Alhamdulilah apa yang saya inginkan selama ini sudah tercapai. Lelah dan letih sepanjang perjalanan siang malam, hilang terbayar dengan kegembiraan dan rasa syukur yang luar biasa,” ujar Siswoko.

“Saya ucapkan syukur Alhamdulillah kepada Alloh SWT, yang sudah memberikan rasa aman dan keselamatan dalam single riding ini,” tambahnya.

Ia juga berpesan kepada teman-teman biker yang ingin melakukan touring ke titik Nol Kilo Meter Sabang, agar lebih mengutamakan keselamatan saat berkendara.

“Salam biker Tembus Nol Kilo Meter Sabang,” pungkas biker asal Bojonegoro itu.

baca – MT-25 Warna Baru, Refleksikan Kesan Tangguh & Maskulin!

Sebelum peristiwa ini, redaksi juga mengabarkan aksi serupa yakni single riding Jakarta – Sabang, yang dilakukan Candra Yulianto dari Komunitas YNOF menggunakan NMAX kesayanganya, pada libur lebaran, 12 Juni 2018.

Demikian, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s