Dishub DKI Jakarta Gandeng Waze Luncurkan Fitur Navigasi Ganjil Genap

Kebijakan Ganjil-Genap masih sering menjadi masalah tersendiri bagi pengguna mobil di Jakarta. Untuk mengatasi masalah tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bekerjasama dengan Waze meluncurkan fitur navigasi yang telah dilengkapi dengan implementasi Ganjil-Genap di sejumlah ruas jalan di Jakarta. Fitur ini didesain khusus untuk memudahkan para pengendara mobil yang menggunakan aplikasi Waze di Ibukota.

Foto Jakarta Ganjil Genap

Kepala Dishub DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan bahwa fitur ini diluncurkan mulai 18 Oktober 2017. Kehadiran fitur tersebut diharapkan dapat membantu pengendara saat melintas di ruas jalan yang sedang diterapkan kebijakan Ganjil-Genap.

“Tanggal 18 Oktober 2017, kita bersama Waze telah resmi meluncurkan fitur navigasi dengan implementasi kebijakan Ganjil-Genap,” ujar Andri Yansyah seperti diberitakan www.jakarta.go.id  Kamis, 19 Oktober 2017

Andri menambahkan bahwa kerjasama ini berawal pada tahun lalu, saat perwakilan dari Dishub dan Jakarta Smart City mempresentasikan kebijakan pengaturan lalu lintas Ganjil-Genap yang diterapkan di ruas Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin.

baca – Bayar Tol dengan Uang Elektronik mulai 31 Oktober 2017

baca – Bayar Pajak STNK di Samling CFD tak perlu bawa BPKB

“Presentasi dilakukan dengan menggunakan olahan data Waze pada acara Waze-CCP Summit Meeting yang bertempat di Google Paris. Dari situ disepakati kerjasama ini,” ungkapnya.

Kepala Seksi Angkutan Orang dalam Trayek Dishub DKI Jakarta, Fajar Nugrahaeni juga menjelaskan, bahwa untuk mengaktifkan fitur ini, pengguna Waze dapat masuk ke menu “setting” selanjutnya ke menu “navigasi” pilih “licence plate restriction” kemudian memasukan dua digit terakhir nomor plat kendaraan pengguna.

baca – Pajak Progresif di Jakarta, Berapa Pajak Kendaraan Anda?

“Nanti secara otomatis Waze akan mere-routing dan memberikan arahan rute lintasan dengan menyesuaikan implementasi kebijakan Ganjil-Genap tersebut,” kata Fajar Nugrahaeni.

Fajar menambahkan, sejauh ini penambahan fitur ini baru dilakukan di Jakarta dan Brazil. Berdasarkan kinerja dari map editor lokal yang didukung data Dishub dan Jakarta Smart City, Waze juga menghadirkan fitur untuk menghindari simpang yang mengalami konstruksi dan tidak bersinyal.

“Bahkan khusus di Jakarta juga sudah menambahkan lokasi parkir off street yang tersedia di dekat lokasi tujuan pengguna jalan. Contohnya seperti parkir off street di IRTI Monas dan Thamrin 10,” pungkas Fajar.

Demikian, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s